Beranda / Note / Pinokio

Pinokio

“Tahukah kalian asal mula dusta bermula?” begitu tanya tuan guru kepada kami. Semua hanya diam. Kami tahu dialah yang bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Ia menunggu ada yang mengangkat tangan untuk menjawab soalan ini. Tapi tidak ada. Lalu membuka Alquran di hadapannya.  Lalu dia bacakan dan artikan sebagai berikut.

Di antara mereka ada yang berjanji kepada Allah, “Jika Allah memberikan karunia (kekayaan) pada kami. tentu kami akan termasuk orang yang bersedekah dan termasuk orang-orang yang sholeh.” Namun setelah Allah memberikan sebagian karunia-Nya mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling. Mereka orang yang senantiasa membelakangi (kebajikan). Sebagai akibatnya, Allah memunculkan kemunafikan pada hati mereka sampai mereka bertemu dengan Allah karena mereka telah mengingkari janji mereka kepada Allah dan karena mereka selalu berdusta.”(QS At-Tawbah 75-77).

“Itulah awalnya,” ujar tuan guru. Jika kita sederhanakan ada 3 poin penting. Pertama, berjanji jadi orang baik bila diberi karunia. Kedua, mengingkarinya setelah diberi. Ketiga, Allah munculkan kemunafikan di hati mereka. Itu sebabnya, lanjut tuan guru, orang beriman tetap bersedekah di kala lapang dan sempit. Mereka tak beralasan harus lapang dulu baru bersedekah. Mereka imannya benar.

Kedua, mengingkari janji lahir karena sifat bakhil (pelit). Takut berkurang kekayaannya bila harus berbagi (bersedekah).  Baginya kedudukan harta setaraf bahkan lebih dari Tuhan. Begitu penting. Begitu berharga. Sehingga mendapatkannya halal dengan cara apa saja termasuk korupsi. Itulah sebabnya KPK harus diperlemah biar korupsi menjadi mudah.

Ketiga, Allah memunculkan sifat kemunafikan pada hati mereka. Artinya, lanjut tuan guru, sifat munafik itu ada sebab musebabnya. Bukan muncul tiba-tiba. Lihatlah anak-anak kecil. Mereka belum mengenal sifat ini. Ketika mulai remaja dan dewasa mulai mengenal guna harta dan menumpuknya lalu enggan berbagi (sifat pelit) maka di situlah benih kemunafikan mulai bersemi.

Jika tumbuh maka sifat munafik itu intinya tiga hal. Berkata dusta. Berjanji ingkar. Dipercaya berkhianat. Bila terjangkiti penyakit ini tidak mudah sembuhnya. Seperti virus HIV/AIDS yang masa inkubasinya bisa puluhan tahun. Yang kena virus itu selama 10 tahun tidak merasaka gejala apapun. Begitu virus itu jadi penyakit maka tidak satupun obat mempan.

“Bila mencermati redaksi ayat tadi disebutkan bahwa Allah memunculkan kemunafikan pada hati mereka sampai mereka bertemu dengan Allah..dst artinya bisa sampai mati ngga sadar-sadar jadi orang munafik,” ujarnya lagi. Makanya tidak mempan nasehat karena merasa tidak munafik. Inilah bahayanya virus munafik yang seperti virus hiv/aids yang tak terdeteksi itu.

Untuk mengetahui apakah anda, saya atau kita terjangkiti atau tidak penyakit itu standarnya ya 3 itu saja. Selama kita tidak suka berdusta, tidak suka ingkar janji dan tidak suka berkhianat maka Insya Allah bibit kemunafikan tidak akan mudah tumbuh di jiwa kita. “Sekali tumbuh akan susah mengobatinya karena ayat dari awal sudah memberi peringatan. Jangan beri kesempatan sekecil apapun sifat itu tumbuh dalam diri kita karena kalau tumbuh susah membasminya,” ujar tuan guru.

Pertanyaannya dalam hati saya; bila anda memang berdusta lalu dibuat gambar bayangan Pinokio dari diri anda apakah anda tersinggung? Bila ya anda memang PENDUSTA. Bila tidak anda berarti  si Pinokio (boneka kayu).

Helfizon assyafei

16/9/2019

 

Tentang fizboi

Baca Juga

KESAKSIAN TERUNTUK AE

Oleh Muhammad Subarkah Wartawan Senior Republika Hari ini saya harus ucapkan terima kasih kepada senior …

2 komentar

  1. Lha, yang menyatakan tersinggung adalah fanboy-nya pak fiz, J***wi Mania.

Tinggalkan Balasan