Beranda / Note / Diary Seorang Wartawan

Diary Seorang Wartawan

Saya mendapat copas tulisan ini dari sebuah WAG jurnalis nasional. Jujur saya tergetar membacanya. Si penulis memakai inisial (tanpa nama). Sebab ia sedang berkata jujur. Sekarang orang jujur jadi takut. Kalau dulu sejak kecil kita diajari takut berbohong. Sudah besar sekarang lingkungan mengajarkan sebaliknya.

Tulisan jujur dan hebat ini saya bagikan untuk tahu apa yang kadang terjadi di balik berita.  Tetapi saya edit sebagian (tanpa menghilangkan atau membelokkan makna tulisan ini) karena tidak semua yang kita dengar, lihat dan baca harus dishare semua jika itu justru bisa memicu persoalan baru. Karena tidak semua juga yang perlu kita tahu. Yang perlu kita tahu itu ternyata masih ada jurnalis yang seperti ini. Saya bangga sebagai sesama korps wartawan. Itu saja. Selamat membaca..

——

..copas dr sebelah

//Saya baru tergerak untuk buat tulisan pribadi ini dari sekian puzzle peristiwa menjelang pelantikan presiden 20 Oktober kemarin. Ini diary jurnalistik murni dan bebas saya diluar briefing atasan dan pemilik media tempat saya bekerja//

Ternyata Uang Trilyunan dan 31Ribu Pasukan Itu Tetap Tak Mampu Menghalau Bau Kotoran, Bau Septik Tank, Bau Kecurangan dan Dosa Kita Semua

Oleh A R

Awak media di media centre DPR

——-

Mendadak pagi itu ruang media center dapat kiriman rembesan air, entah dari atas, samping, atau pojok tiba2 bau amat busuk menyeruak ke ruangan tempat atau base kami meliput. Bau itu bercampur pesing dan busuk khas septik tank yang baru meledak. Karena ruangan kecil dan sirkulasi udara kurang, ditambah sesaknya manusia di dalamnya, baunya dengan cepat melebar sampai ke koridor dan bahkan tangga. Teman2 media wanita ada yg pusing dan ingin muntah, mereka tak tahan. Mood jadi ilang

Saya saat itu tak teringat kaitan apa apa dengan peristiwa sensasi lainnya, karena bagi saya itu asumsi dan berbau politis, ramainya netizen yang bahas akan hadirnya pasukan jin, roro kidul, blorong, leak, gendruwo dkk di DPR. Saya tak begitu percaya tahayul, tapi masih percaya semua kejadian sekecil apa pun tidak ada yang kebetulan. Alam semesta ini sebuah sistem utuh dan berkaitan

Tugas peliputan pun sore selesai, kami para awak media akhirnya bisa keluar dari ruangan yg dirasuki bau busuk dan kembali hirup udara segar, kami ngopi sambil pre editing di luar. Dari perbincangan semua puzzle peristiwa itu mulai tersambung. Teman teman setuju pelantikan presiden kali ini feelnya sangat beda, banyak keganjilan, keanehan, tidak natural, terlalu tertekan, muram, tegang dan ada aura paranoid yang berlebihan. Diantara mereka ada yg senior dan sudah beberapa kali meliput pelantikan presiden sejak dari Gusdur sampai Jokowi di 2014 membenarkan itu.

Saya, kami melihat kenapa bau busuk itu ada di media center, ini bukan kebetulan. Kenapa? Pikiran saya mulai diajak kembali ke penyelenggaraan pemilu dari awal. Kita akui, memang banyak fakta dan temuan adanya pelanggaran serius pemilu, maaf saya harus jujur, terutama oleh kubu penguasa. Ketidaknetralan yang amat kentara dimulai dari penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat, oknum aparat, tentu bahkan oleh praktik-praktik berita para media sendiri. Sebab pemilik media kadang juga para politisi itu sendiri.

Peristiwa Bau Septik Tank di media center DPR di 20 Oktober adalah seolah puncak segala peristiwa bagi kami (yang hati murni jurnalistiknya masih hidup walau makin lemah) di pemilu kali ini. Sekali lagi, Tidak ada yang kebetulan di alam ini, tak berdayanya kami dengan bau busuk menyengat kemarin adalah perlambang tak berdayanya spesies manusia, sekuat apa pun sistem yang dia telah bangun, berapa pun kekuatan modal yang dipunya, sekuat apa pun pejabat, aparat dan ribuan pasukan yang disiagakan.

Jika hukum alam yang ingin dilawan, ingin dimanipulasi, hukum fisika, hukum aksi reaksi, hukum kimia, hukum sebab akibat, hukum matematis, tidak ada satupun yang akan bisa melawannya terus menerus. Satu saat semua akan berbicara dan bersaksi juga. Saya sudah!

 

20 Okt 2019

Kopi magrib belakang kompleks DPR RI

Tentang fizboi

Baca Juga

Transaksi Jual Beli Kelas Online

*(Copas) Saya memulai dengan mendaftar Kartu Prakerja pada 16 April 2020. Saya menyelesaikan pada 29 …

Tinggalkan Balasan