Beranda / Headline / Hal-hal Kecil yang Menentukan

Hal-hal Kecil yang Menentukan

*Dari Manasik Umroh PT. Sirotol Jannah

Melaksanakan umroh harus mengerti hal-hal penting agar ibadah itu menjadi mabrur (diterima). Demikian diungkapkan Ustad H Ikhwan Muhammad Lc. Hal itu diungkapkannya saat memberi penjelasan soal manasik umroh terhadap 24 jemaah calon umrah (JCU) dari PT. Shirotol Jannah mengikuti Manasik Umrah di Furaya Hotel Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Kamis, pekan lalu.

Laporan Helfizon Assyafei, Pekanbaru

Travel Shirotol Jannah akan memberangkatkan JCU pada tanggal 24 Oktober 2019 nanti. Sebelum terbang ke Tanah Suci Mekkah, sebanyak 24 jemaah ini diberikan pembekalan tentang tata cara dan rukun umrah, bersama Ustaz Muhammad Ikhwan Lc, MA. “Ada hal-hal kecil yang sering terabai tapi bisa berakibat fatal seperti batalnya umroh yang kita kerjakan,” ujar Ustad Ikhwan.

Ia mencontohkan saat memakai pakaian ihrom, terutama ibu-ibu kadang terlalu panjang hingga menyapu lantai. “Ini berisiko terkena kotoran kalau ke kamar mandi. Dan bila terkena percikan air kotor saat berwudu atau ke kamar mandi maka pakaian tak bersih lagi sehingga ibadah jadi batal,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ihwal menjaga diri dan pakaian dari kemungkinan terkena kotoran harus ekstra hati-hati. Terutama saat ke kamar kecil. Begitu juga untuk kaum lelaki pakaian umroh yang dua helai itu juga harus dijaga benar saat ke kamar kecil. “Jangan sampai gara-gara percikan air kencing atau bersuci tidak sempurna membuat ibadah jadi batal,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pernah ia punya pengalaman jamaah laki-laki yang akan melaksanakan umroh karena terburu-buru lupa membuka handuk usai mandi langsung ditutupi kain ihrom. Padahal sudah jelas dalam aturan pakaian ihrom itu tidak boleh ada yang berjahit. “Akhirnya mau tak mau ya gagal hari itu dia umroh dengan rombongan hari itu dan baru keesokan harinya saya bawa lagi,” ujarnya.

Ustad M Ikhwan juga mengingatkan semua peserta umroh agar tetap menjaga kesehatan menjelang keberangkantan tanggal 24 Oktober mendatang. “Musim di sana sedang pancaroba jadi ada baiknya untuk membawa jaket karena musim dingin di sana akan datang,” ujarnya pula. Selain itu hal-hal kecil lainnya yang ia ingatkan agar membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi di tanah air bila menghadapi sakit ringat seperti sakit kepala.

“Pengalaman kalau lupa membawanya dan beli di sana lebih mahal. Kadang dosisnya juga tinggi tak sesuai dengan kita di tanah air,” ujarnya lagi.  Sementara itu pada kesempatan itu Direktur Utama PT. Shirotol Jannah, Muhammad Junaidi mengungkapkan, sebanyak 24 JCU ini nantinya akan turun langsung di Madinah lalu dilanjutkan perjalanan ke Mekah. “Jadi nanti kita tidak akan landing di Jeddah, karena kami menyadari akan terlalu banyak menguras tenaga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa keunggulan yang ditawarkan kepada jemaah, selain perjalanan dari Tanah Air ke Mekah yang lebih singkat, hotel yang disediakan juga lebih dekat dengan Masjidil Haram. “Lokasi tempat jemaah umrah kita menginap kami sediakan persis di samping Zam Zam Tower. Lokasinya cukup dekat dengan Masjidil Haram,” kata Junaidi.

Optimalisasi ibadah jemaah, kata Junaidi, menjadi prioritas utama. Dia menyadari bahwa tidak semua orang dengan mudah diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah. Oleh sebab itu Shirotol Jannah sangat memperhatikan kondisi jemaah baik sebelum ataupun setelah di Tanah Suci Mekah agar bisa melaksanakan ibadah umrah dengan optimal.

“Bila dalam layanan kami ada yang kurang laporkan pada kami. Sedang bila merasa ada kenyamanan silakan nikmati dan beritahu yang lain,” ujarnya tersenyum. Pelatihan manasik berlangsung dalam suasana yang penuh kekeluargaan.***

 

 

 

Tentang fizboi

Baca Juga

SAYA, PAK TETEN DAN SOMASI

Oleh FARID GABAN *Artikel Pilihan Lebaran ini saya mendapat kado istimewa: surat ancaman (somasi) dari …

Tinggalkan Balasan