Beranda / Note / Pertarungan di Dunia Maya

Pertarungan di Dunia Maya

Mulanya saya mengira social media (sosmed) hanya sarana saja. Agar kita terhubung satu dengan yang lainnya. Berkomunikasi tanpa sekat. Kapan saja. Dimana saja. Kita usernya. Sosmed sarananya. Ternyata tidak sesederhana itu.

Saya sepakat dengan pendapat rekan fb Zulanda.  Ini petikan pikirannya; “Sosmed  sebaiknya di ” kelola ” bukan di ” batasi ” , karena  FB, twiter , instagram juga punya kepentingan yaitu analisa perkembangan dunia hanya dari sebuah mesin analisis cerdas ( artificial ) bisa digunakan untuk mempengaruhi pasar , mempengaruhi iklim investasi , mempengaruhi nilai tukar uang , sangat kompleks dari sekedar hanya berbagi cerita. Mungkin tidak dibatasi tapi ” dikelola ” sesuai trend pemegang kendali sesungguhnya, tentu yang punya server ha ha ha ha.”

Baiklah. Kata kuncinya di ‘yang punya server’. Sebab sosmed juga pasar bebas bagi yang punya kepentingan. Mulanya agak rumit memahami ini. Namun sebuah contoh menyadarkan saya maksud itu. Terbaca oleh saya cuitan  Muhammad Said Didu di twitter; sampai jam saat ini (17.00 WIB) Rocky Gerung blm punya akun dan akun lama masih dalam “genggaman” pihak lain.

Tak berapa lama kemudian saya melihat sendiri video yang diposting oleh akun lain langsung Rocky Gerung yang ngomong di video itu bahwa akunnya dicuri. Jadi akun itu ketika dibuka tidak ditemukan lagi. Akun denga follower mencapai 1,3 juta orang.  Artinya berkaca dari kasus ini kita melihat ketika seorang user (pengguna) punya pengaruh besar dan pengaruh itu tidak diinginkan misalnya maka di pemegang kendali (pemilik sarana) boleh jadi (diduga) bisa  melakukan hal seperti ini.

Meski itu baru asumsi atau kemungkinan. Sebab yang tak pemilik sarana pun bisa juga meretas akun siapapun yang dia tidak suka misalnya.  Artinya sarana tidaklah bisa dipandang sebagai wadah atau fasilitas saja yang pasti aman dan bisa digunakan user kapan saja. Si ‘sarana’ tadi juga ada pengendali dan juga penerobos. Jika si user punya pengaruh yang tidak sama dengan si pengendali atau sipenerobos maka  bisa jadi sarana ditarik atau diacak dengan cara-cara ‘cerdas’ seperti itu. Sehingga si user bak koboi kehilangan kudanya.

Artinya lagi meski kita punya hak pakai sebagai user tetapi kendali sebenarnya masih belum di tangan kita. Soalnya kapan saja user jadi besar dan itu tidak diinginkan maka si pengelola bisa menghentikannya. Kalau begitu sarana tidak lagi terlihat sebagai sarana saja tetapi juga sarana yang bisa dikendalikan.

Benar juga bahwa sosmed memang bisa mempengaruhi arah kebijakan public misalnya. Meski demikian itu tidaklah bersifat an sich..(final).  Jadi kalau begitu siapapun yang bisa punya pengaruh besar lewat sosmed harus menyadari fakta ini dari awal. Dengan kejadian ini membuat kita yakin bahwa sosmed bisa berpengaruh tetapi tidaklah sangat berpengaruh pada kebijakan public.

Dalam pilpres lalu juga sangat terlihat kekuatan pertarungan di dunia maya. Bagaimana ada hacker yang  bisa  masuk dan mengganggu server KPU  misalnya.  Bahkan ada akun bernama opposite yang memantau ada server lain yang ‘bermain’ pada saat yang bersamaan dengan server resmi penghitungan.

Jadi kesimpulannya; user bisa mempengaruhi tapi pemilik server dan penerobos lah yang menentukan.

Helfizon assyafei

Pekanbaru, 18 Okt 2019

 

 

 

 

 

 

Tentang fizboi

Baca Juga

Transaksi Jual Beli Kelas Online

*(Copas) Saya memulai dengan mendaftar Kartu Prakerja pada 16 April 2020. Saya menyelesaikan pada 29 …

Tinggalkan Balasan